Gaya hidupnya high class pun dicapai dengan paradigma Islami, juga dengan kerja keras dan merubah mindset orang kampung jadi Pengusaha Sukses.. Saya punya 1 halaqah yang terdiri dan anak-anak LIPIA, Mereka datangnya dari kampung, dari pesantren semuanya. Saya tahu mereka ini membawa background, di backmindnya itu ada psikologi orang kampung yang tidak pernah bermimpi menjadi orang kaya. Saya tanya kamu nanti setelah selesai...
Jadilah manusia yang sholih, yang tegar dan tegas. Tak mudah diombang-ambingkan keadaan. Tetapi lembut hati pada sesama terutama kaum dhuafa. Jadilah (kelak) pemimpin yg cerdas dan berakhlak mulia. Kecerdasan akan membuatmu memimpin dengan adil, bukan dengan bayang-bayang orang disekitarmu yang berambisi tapi tak mumpuni, sehingga memanfaatkanmu untuk memenuhi hasratnya. Kecerdasan akan menjauhkanmu dari pembodohan orang-orang yang menganggapmu punya kuasa tapi tak mampu bersuara,...
Pada dasarnya semua transaksi halal, kecuali jika mengandung hal yang diharamkan. Jadi pada prinsipnya ekonomi syariah itu mudah sekali, cukup hindari saja hal yang dilarang, maka semuanya halal. Salah satu larangan dalam muamalah adalah jual-beli gharar. Gharar bisa diartikan tidak jelas. Hal yang wajar dalam bisnis adalah kejelasan dalam transaksi. Jelas kepemilikan, harga, spesifikasi, kualitas, waktu pengantaran, waktu pembayaran. Larangan gharar ini sesuai...
Kepada semakin banyak saudara-saudaraku yang menghina Islam, kumohon: hinalah aku. Sebab aku lemah, tidak punya daya, maka hinaanmu akan efektif. Seandainya pun aku tersinggung dan ingin membalas, tak ada padaku kesanggupan untuk melaksanakannya. Selama hidup, tak kupunyai energi, kekuatan dan rasa tega, untuk menyakiti siapapun, meski seberat apapun ia menyakitiku, sedalam apapun ia melukaiku, bahkan membunuhku. Tetapi tolong engkau ingat: aku ini sudah...
✍ Ustad Maaher At-Thuwailibi. “Talafi” itu bahasa Arab, asal katanya “Talifa-Yatlafu” atau “Atlafa-Yutlifu”, artinya: Rusak-merusak, binasa-membinasakan. ini makna dari kata “Talafi” secara etimologi. Adapun makna secara aplikasi, Talafi ini adalah sekelompok orang-orang bergamis, berjenggot, bercelana cingkrang, tapi hobinya tukang ghibah; tukang merusak kehormatan orang atas nama “menjaga agama”, tukang merusak nama baik para da’i dan ulama atas nama “tahdzir”, tukang membid'ah-bid'ahkan kaum muslimin yang...
Sudah seminggu ini bersliweran status yang membahas Afi, anak SMA yang dicitrakan cerdas, berwawasan dan berpikiran terbuka karena tulisannya yang--katanya--mencerahkan mengenai keberagaman. Aku sebenarnya tidak pengen baca, tapi karena dibahas terus-menerus, akhirnya menyempatkan diri ke TKP. Baca bentar. Manggut-manggut. Lalu geleng-geleng. Lalu putar-putar. Haha. Banyak yang menyebut tulisan itu mencerahkan. Namun bagiku, tulisan itu menyesatkan. Buat yang nggak setuju dengan pendapatku, silakan pakai retorika...
Alhamdulillah telah lahir anak ke-6 kami, 07-02-2017 jam 10.20 di RSUD Sleman DIY. Putra, 2,6kg, 47cm. Minta doanya agar senantiasa sehat dan menjadi anak yang shalih. Alhamdulillahirabbil 'alamin Allahumma shalli'ala sayyidina Muhammad Bismillahirrahmanirrahim Setelah mempertimbangkan berbagai hal, berdiskusi & bernegoisasi berhari-hari, akhirnya Dewan Pemberian Nama mencapai kata sepakat untuk memberi nama: Hafizh Justin Abrisam Penjaga Keadilan yg Lembut & Tampan, juga doa agar menjadi...
Kalian yg berisik berteriak2 RIP toleransi.. Bhinneka terancam..whateve like that. Jalan2 deh ke tanah abang.. Disana encik2 berdiri depan tokony lagi teriak2 semangat memanggil semua wanita berjilbab dengan panggilan "bu haji".. "bu haji mampir..masih banyak model sama warna. Gamis syahrini..jilbab marshanda.." Dan dilantai foodcourt mbak2 pelayan teriak2..."nasi kapau cik..pake rendang..ayam bakar" Di tanah abang saat menjelang ramadhan seperti ini milyaran rupiah yg berputar...
Oleh: *Jansen Sitindaon* (Dewan Pakar Jaringan Nusantara) Saya seorang *"Sarjana Pribumi"* lulusan Fakultas Hukum Univ. Airlangga dan Master dari Univ. Indonesia. Yang berdasarkan Pasal 26 ayat (1) UUD 1945 sebelum perubahan, adalah orang: *INDONESIA ASLI.* Lahir di Sidikalang, sebuah tempat yang sejak dulu dan sampai saat ini masih masuk wilayah Republik Indonesia. Ayah: Batak Toba, Ibu: Batak Karo. Keduanya suku asli Indonesia) Dasar...
Miliarder Hong Kong "Li Ka-Shing": Di Dunia Ini Ada "3 Jenis" Uang Misterius, Semakin Kamu Habiskan, Semakin Banyak Kamu Dapat!
Yuk lihat, sehebat apa 3 jenis uang itu?
Jenis Pertama: Uang Untuk Investasi Diri.
Uang untuk belajar dan mengembangkan diri harus dikeluarkan!
Kalau hari ini kamu membuang Bill Gates ke pedalaman Afrika, dan ditinggalin tanpa uang sepeser-pun, percayalah, dengan cepat, Bill Gates akan tetap kaya lagi.
Ini karena semua modal dia, sudah ditaruh di otaknya.
Jika otak miskin, hidup-pun akan miskin,
dengan kata lain, mengeluarkan uang untuk otak sendiri, adalah investasi yang paling aman,
kemana saja gak bakal kelaparan.
Meskipun kamu akan bilang,
"buat makan sehari-hari aja gak cukup, banyak utang, mana ada uang untuk belajar lagi? Lagian, sudah belajar pun gak langsung kelihatan hasilnya!"
Orang semacam ini selamanya gak bakal menginvestasikan uangnya di otak sendiri.
Sebenarnya, jika kamu benar-benar miskin, otak adalah aset terbesar kamu untuk kembali bangkit.
Itu mengapa kamu harus benar-benar berinvestasi disini.
Kita melihat banyak orang yang berjuang hanya untuk memenuhi kebutuhan, seluruh hidup mereka dihabiskan untuk mengisi lubang hitam besar yang tidak akan pernah penuh. Hal ini karena mereka tidak mampu melangkah mundur dan melihat bahwa kesulitan hidup mereka sebenarnya karena ketidakmampuan mereka untuk belajar dan mencari terobosan untuk berkembang.
Orang yang pintar akan mengerti bagaimana belajar melalui pengalaman orang lain,
dan menghindari kesalahan yang sama.
Jadi, untuk belajar dan mengembangkan diri, harus rela menghabiskan uang,
bahkan sampai meminjam uang sekalipun!
Karena dia pasti akan memiliki banyak jalan untuk mengembalikannya.
Jadi, jika kamu menghadapi kesulitan,
ingatlah, tidak ada kata terlambat untuk belajar.
Kapan saja bisa mulai!
Mungkin banyak yang bilang tidak punya uang,
sebenarnya, orang semacam ini pasti sudah tidak sedikit membuang uang secara sia-sia.
Kalo memang pengen berubah, tapi untuk biaya pendidikan saja pelit,
gimana ada kemampuan yang cukup untuk menghadapi kesulitan?
Orang yang bijak, harus memahami hal ini.
Jenis Kedua: Uang Untuk Berbakti.
Uang untuk berbakti pada orang tua harus dikeluarkan.
Mungkin banyak yang berpikir, buat diri sendiri saja sudah tidak cukup,
bahkan masih banyak utang, bagaimana bisa secara rutin memberikan uang pada orang tua?;
Ada juga yang bilang, di rumah tidak kekurangan uang, papa dan mama punya cukup uang,
tidak perlu memberikan uang pada orang tua!
Tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi orang tua mu,
uang untuk berbakti pada orang tua harus diberikan secara rutin.
Semiskin apapun, sebulan sekali harus menyisihkan uang untuk orang tua!
Semiskin apapun orang tua mu, dia tetap membesarkan mu.
Coba pikir, apakah karena banyaknya utang, gak cukup uang, lalu orang tua mu akan meninggalkan mu?
Semiskin apapun, mereka pasti tetap akan membesarkan mu, iya kan?
Jadi kalo sekarang kamu mengembalikannya, itu memang sebuah keharusan.
Bagaimana boleh, hanya ketika punya uang baru memberikan, dan saat tidak punya uang tidak memberikan?
Sebenarnya, mungkin kamu tidak tahu,
Berbakti pada orang tua itu ibarat sebuah "restu alami",
Relasi yang baik dengan orang tua akan meningkatkan kekuatan restu.
Seseorang kalau tidak memiliki restu,
seumur hidup tidak akan lancar dalam mengerjakan apapun.
Berbakti pada orang tua, juga sekaligus untuk diri sendiri.
Jadi, jika dilihat dari sudut pandang lain,
uang untuk berbakti bukan saja hanya untuk kebaikan orang tua,
tapi juga untuk diri sendiri!
Kalau tidak percaya, coba lihat orang sekitar kamu,
lihat orang-orang yang sudah 24 kali ganti pekerjaan,
apakah hidup mereka sudah berbakti?
Orang yang dari muda mengerjakan sesuatu sering gagal,
hidup tidak lancar, relasi dengan orang tua pasti ada masalah.
Menurut data yang ada, 500 pengusaha tersukses di dunia,
adalah orang-orang yang berbakti pada orang tua!
Jadi ingat, semiskin apapun kamu, uang untuk berbakti tidak boleh dihemat!
Jenis Ketiga: Uang Untuk Amal.
Asal ada uang lebih, donasikan lah itu.
Di dunia ini, selamanya pasti ada orang yang lebih 'kurang beruntung' dari kita.
Karenanya, peliharalah kebiasaan beramal.
Jika kamu memiliki tanggungan, sisihkanlah 2% dari pendapatan-mu untuk didonasikan.
Jika tidak ada tanggungan, berilah 5% dari pendapatan-mu untuk didonasikan.
Uang itu harus berputar, jangan membuat uang hanya berhenti diri mu sendiri, berikanlah pada orang yang pernah membantumu.
Jika kamu adalah bos, ingatlah bahwa keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja sama seluruh karyawan mu. Memberikan bonus pada mereka adalah hal yang seharusnya.
Dan amal terbesar adalah ketika kamu melakukan pekerjaan yang baik dengan rasa syukur. Amal besar lainnya adalah senyuman dan kesabaran mu terhadap orang yang menyakti mu.
Akhir kata, jika kamu merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman di sekitar mu. Ini juga merupakan bentuk amal loh!
Sumber: web cerpen
Saya tidak tersinggung dengan seruan dari Franklin Graham kepada umat Kristiani dunia untuk berdoa bagi kesuksesan Ahok agar terpilih menjadi gubernur Jakarta untuk 5 tahun mendatang. Sangat wajar, dan saya kira alami, bahkan haknya untuk mendoakan. Fanatikkah? Ekstrimkah? Tidak tolerankah? Saya kira tidak! Beberapa waktu lalu, saya menuliskan, bahwa pada setiap kelompok manusia itu, secara kejiwaan sosial ada yang disebut 'social solidarity'. Yaitu...
recent posts
Serba-Serbi Idul Fitri 1446 H
04 Apr 2025Kesehatan Reproduksi pada Remaja
05 Mar 2025Kejurnas Ju-Jitsu 2025
15 Feb 2025